MEMILIH BENIH
05.11 Edit This 0 Comments »
Seputar Benih dan Biji
Sukses berhobi dan budidaya adenium diawali dari mutu biji, cara penyemaian dan perawatan bibit. Pemilihan biji harus dilakukan secara teliti dan benar. Setelah di pilih, benih masih harus disemai sampai menjadi bibit adenium. Tanaman muda itu wajib dirawat secara benar.
Memilih Benih
Adenium berkembiak dan menyebarkan biji dengan bantuan angin. Itu sebabnya, biji adenium didisain oleh Sang Pencipta berbentuk aerodinamis. Akibatnya benda menyerupai jarum itu ringan dan ber berkulit tipis. Hal seperti itu menyebabkan fungsi perlindungan embrio dalam benih menjadi minim. Sehingga benih adenium menjadi bersifat rentan terhadap pengaruh lingkungan luar. Kulaitasnya pun cepat mengalami penurunan.
Cara memilih benih adenium berbeda dengan benih jenis tanaman lain. Cara pemilihan beih adenium tidak bisa dilakukan dengan jalan memasukkan ke dalam air. Benih adenium sangat ringan. Sehingga benih berkualitas akan tetap mengambang dan tidak pernah tenggelam ke dasar.
Pemilihan benih yang umum dilakukan didasarkan kepada umur benih. Benih dikatakan berkualitas bila umurnya tidak lebih dari 2 bulan. Benih seperti itu ditandai dengan kulitnya yang nampak elastis dan pejal. Sementara itu, benih yang sudah lama tersimpan nampak berkerut, rapuh, serta berwarna coklat kotor.
Cara lain untuk menandai benih berkualitas dapat dilakukan dengan jalan menekan benih dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Benih berkualitas terdapat isi benjolan di dalamnya. Benjulan tersebut adalah embrio dan cadangan makanan.Bila kulit mudah pecah, berarti benih sudah lama. Buang saja benih seperti itu.
Menyemai Benih
Langkah penyemaian bisa diawali dengan menyiapkan tray atau pot. Anda bisa memanfaatkan nampan sebagai tray. Sebagai saluran drainasi alias pembuangan air, dibagian bawah nampan itu dibuat lubang dengan jarak antar 1 cm. Nampan tersebut sebaiknya dipilih yang berukuran 60×40cm tinggi 7 cm
Persiapan berikutnya yaitu media penyemaian. Anda bisa meramu media persemaian dengan bahan dasar yang terbuat dari campuran arang sekam, pasir malang, coco peat(sabut kelapa), dan sedikit tanah. Komposisinya masing-masing 3:2:1:0.25. Sebelum media tanam dimasukkan, akar pakis dimasukkan lebih dulu setebal 1 cm. Fungsinya untuk mencegah penymbatan lubang drainasi. Setelah itu, media tanam dibasahi dengan bantuan sprayer. Lalu dimasukkan ke dalam nampan setebal 5 cm.
Biji lalu bisa ditaburkan. Dengan jalan menatanya. Jarak antar biji berkisar antara 2,5 – 3 cm. Etelah tertata, biji lalu bisa ditutup dengan campuran arang sekam dan pasir. Perbandingannya 2 : 1. Disarankan tidak memakai adonan coco peat dengan tanah untuk menutup biji. Sebab dikhawatirkan media tersebut terlalu banyak menyimpan air. Sehingga bisa menyebabkan benih menjadi busuk. Setelah benih ditutup dengan media tanam setebal 1 cm, Anda bisa segera menyiramnya dengan bantuan sprayer. Tray persemaian lalu ditutup dengan plastik selama 2 hari. Setelah itu dibuka. Sekitar 12 - 14 hari kemudian, benih akan tumbuh.
Biji akan mulai bertunas pada umur 12-14 hari. Setelah tanaman tumbuh setinggi 4-5 cm (umur 2-3 bulan) , bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jangan memindahkan bibit yang masih kecil karena dikhawatirkan belum kuat beradaptasi dengan media baru.
Setelah bjiji menjadi kecambah, problem seringkali muncul. Antara lain:
• Kecambah tumbang
Dimulai dari beberapa kecambah dulu kemudian, –seperti menulari yang lain,– beberapa lainnya lagi ikut tumbang. Penyebabnya, drainase penyemaian yang kurang baik yang mengakibatkan akar menjadi busuk.
• Bonggol membusuk
Umumnya disebabkan oleh Pithium atau Phytopthera terutama ketika kecambah dipindahkan. Benih dengan akar dan bonggol busuk dengan mudah bisa dilihat dari daun-daunnya yang menguning.
• Ulat
Hal ini menyebabkan benih jadi mati.
Cara semai:
1. Anda bisa mengunakan nampan kecil.
2. Lubangi bagian bawah jarak 1 1cm.
3. Persiapkan media terdiri dari sekam bakar halus atau gunakan pasir steril saja. Penambahan pupuk akan memyebabkan media panas dan biji tidak tumbuh.
4. Masukkan media ke nampan.
5. Tanam biji posisi tidur.
6. Tutupi biji dg sekam bakar.
7. Spray teratur ke media.
8. Tutup dengan plastik or tempatkan di tempat teduh.
9. Biji berkecambah umur 7 hari.
10. Bila kering spray secara halus jgn terlalu basah.
11. Pupuk kandang, untuk penyemaian sebnarnya belum memerlukan pupuk ini, apalagi kalo pupuk itu masih mentah, al hasil bukannya biji tumbuh, malah mati karena panas.
Sukses berhobi dan budidaya adenium diawali dari mutu biji, cara penyemaian dan perawatan bibit. Pemilihan biji harus dilakukan secara teliti dan benar. Setelah di pilih, benih masih harus disemai sampai menjadi bibit adenium. Tanaman muda itu wajib dirawat secara benar.
Memilih Benih
Adenium berkembiak dan menyebarkan biji dengan bantuan angin. Itu sebabnya, biji adenium didisain oleh Sang Pencipta berbentuk aerodinamis. Akibatnya benda menyerupai jarum itu ringan dan ber berkulit tipis. Hal seperti itu menyebabkan fungsi perlindungan embrio dalam benih menjadi minim. Sehingga benih adenium menjadi bersifat rentan terhadap pengaruh lingkungan luar. Kulaitasnya pun cepat mengalami penurunan.
Cara memilih benih adenium berbeda dengan benih jenis tanaman lain. Cara pemilihan beih adenium tidak bisa dilakukan dengan jalan memasukkan ke dalam air. Benih adenium sangat ringan. Sehingga benih berkualitas akan tetap mengambang dan tidak pernah tenggelam ke dasar.
Pemilihan benih yang umum dilakukan didasarkan kepada umur benih. Benih dikatakan berkualitas bila umurnya tidak lebih dari 2 bulan. Benih seperti itu ditandai dengan kulitnya yang nampak elastis dan pejal. Sementara itu, benih yang sudah lama tersimpan nampak berkerut, rapuh, serta berwarna coklat kotor.
Cara lain untuk menandai benih berkualitas dapat dilakukan dengan jalan menekan benih dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Benih berkualitas terdapat isi benjolan di dalamnya. Benjulan tersebut adalah embrio dan cadangan makanan.Bila kulit mudah pecah, berarti benih sudah lama. Buang saja benih seperti itu.
Menyemai Benih
Langkah penyemaian bisa diawali dengan menyiapkan tray atau pot. Anda bisa memanfaatkan nampan sebagai tray. Sebagai saluran drainasi alias pembuangan air, dibagian bawah nampan itu dibuat lubang dengan jarak antar 1 cm. Nampan tersebut sebaiknya dipilih yang berukuran 60×40cm tinggi 7 cm
Persiapan berikutnya yaitu media penyemaian. Anda bisa meramu media persemaian dengan bahan dasar yang terbuat dari campuran arang sekam, pasir malang, coco peat(sabut kelapa), dan sedikit tanah. Komposisinya masing-masing 3:2:1:0.25. Sebelum media tanam dimasukkan, akar pakis dimasukkan lebih dulu setebal 1 cm. Fungsinya untuk mencegah penymbatan lubang drainasi. Setelah itu, media tanam dibasahi dengan bantuan sprayer. Lalu dimasukkan ke dalam nampan setebal 5 cm.
Biji lalu bisa ditaburkan. Dengan jalan menatanya. Jarak antar biji berkisar antara 2,5 – 3 cm. Etelah tertata, biji lalu bisa ditutup dengan campuran arang sekam dan pasir. Perbandingannya 2 : 1. Disarankan tidak memakai adonan coco peat dengan tanah untuk menutup biji. Sebab dikhawatirkan media tersebut terlalu banyak menyimpan air. Sehingga bisa menyebabkan benih menjadi busuk. Setelah benih ditutup dengan media tanam setebal 1 cm, Anda bisa segera menyiramnya dengan bantuan sprayer. Tray persemaian lalu ditutup dengan plastik selama 2 hari. Setelah itu dibuka. Sekitar 12 - 14 hari kemudian, benih akan tumbuh.
Biji akan mulai bertunas pada umur 12-14 hari. Setelah tanaman tumbuh setinggi 4-5 cm (umur 2-3 bulan) , bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jangan memindahkan bibit yang masih kecil karena dikhawatirkan belum kuat beradaptasi dengan media baru.
Setelah bjiji menjadi kecambah, problem seringkali muncul. Antara lain:
• Kecambah tumbang
Dimulai dari beberapa kecambah dulu kemudian, –seperti menulari yang lain,– beberapa lainnya lagi ikut tumbang. Penyebabnya, drainase penyemaian yang kurang baik yang mengakibatkan akar menjadi busuk.
• Bonggol membusuk
Umumnya disebabkan oleh Pithium atau Phytopthera terutama ketika kecambah dipindahkan. Benih dengan akar dan bonggol busuk dengan mudah bisa dilihat dari daun-daunnya yang menguning.
• Ulat
Hal ini menyebabkan benih jadi mati.
Cara semai:
1. Anda bisa mengunakan nampan kecil.
2. Lubangi bagian bawah jarak 1 1cm.
3. Persiapkan media terdiri dari sekam bakar halus atau gunakan pasir steril saja. Penambahan pupuk akan memyebabkan media panas dan biji tidak tumbuh.
4. Masukkan media ke nampan.
5. Tanam biji posisi tidur.
6. Tutupi biji dg sekam bakar.
7. Spray teratur ke media.
8. Tutup dengan plastik or tempatkan di tempat teduh.
9. Biji berkecambah umur 7 hari.
10. Bila kering spray secara halus jgn terlalu basah.
11. Pupuk kandang, untuk penyemaian sebnarnya belum memerlukan pupuk ini, apalagi kalo pupuk itu masih mentah, al hasil bukannya biji tumbuh, malah mati karena panas.

0 komentar:
Posting Komentar