TANAMAN UNIK
19.30 Edit This 0 Comments »
Tanaman Unik Nan Mahaal
Ratusan tanaman berbatang kerdil, terlihat marak di salah satu rumah warga di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Tidak hanya berderet di belakang rumah, setiap anak tangga, halaman lantai dua, dan genting pun, dijejali tanaman yang dikenal dengan nama bonsai ini.
Pemiliknya, Zulkarnain, pria berusia 42 tahun ini memang gemar memelihara tanaman bonsai. Kegiatan ini baru mulai digandrunginya pada 1980. Ia pun rela melepas pekerjaannya sebagai pelaut hanya untuk hobi tanaman mahal ini. Bayangkan saja, harga bonsai bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Di halaman rumahnya, ia memiliki enam jenis bonsai yang terdiri dari ratusan tanaman. Ada jenis sancang, anting putri, beringin dan hokkian tea. Bonsainya rata-rata masih berusia empat hingga lima tahun. Ia juga memiliki ratusan tanaman kamboja yang dikerdilkan dengan berbagai bentuk. Ada yang dibentuk mirip anjing dan dinosaurus.
Sebagian besar tanaman bonsai yang dirawatnya memiliki ketinggian 10 sentimeter. Hanya sebagian kecil yang memiliki ketinggian 40 sentimeter. Begitupun dengan kamboja yang dikerdilkan. “Walaupun kamboja dikerdilkan, tapi tidak bisa dikatakan sebagai tanaman bonsai,” kata dia.
Untuk penggemar jenis kamboja, orang sering menamakan dirinya penggemar adenium. Komunitas ini, tidak bisa dikatakan sebagai penggemar bonsai. Ciri khas bonsai, kata dia, adalah tanaman yang berbatang keras. Sedangkan tanaman kamboja memiliki batang lunak.
Hobi ini sebenarnya dilakoni turun temurun. Dulu, ayahnya sangat menyukai berbagai tanaman. Dan sejak kecil, masalah tanaman tidak pernah luput dalam kehidupannya. Di tahun 1980 itu barulah ia benar-benar mempelajari cara menjadi seniman bonsai.
Untuk merawat ratusan tanaman miliknya ini, ia tidak sendiri. Ia dibantu adiknya. Misalnya menyiram dan memerhatikan adanya cabang atau batang baru untuk dipotong (cutting).
“Harus terus diawasi. Ketika ada cabang pohon baru, langsung dipotong. Jika lengah diperhatikan, maka hasilnya sudah pasti bisa berubah dan tidak sesuai dengan keinginan kita.”
Ratusan tanaman berbatang kerdil, terlihat marak di salah satu rumah warga di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Tidak hanya berderet di belakang rumah, setiap anak tangga, halaman lantai dua, dan genting pun, dijejali tanaman yang dikenal dengan nama bonsai ini.
Pemiliknya, Zulkarnain, pria berusia 42 tahun ini memang gemar memelihara tanaman bonsai. Kegiatan ini baru mulai digandrunginya pada 1980. Ia pun rela melepas pekerjaannya sebagai pelaut hanya untuk hobi tanaman mahal ini. Bayangkan saja, harga bonsai bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Di halaman rumahnya, ia memiliki enam jenis bonsai yang terdiri dari ratusan tanaman. Ada jenis sancang, anting putri, beringin dan hokkian tea. Bonsainya rata-rata masih berusia empat hingga lima tahun. Ia juga memiliki ratusan tanaman kamboja yang dikerdilkan dengan berbagai bentuk. Ada yang dibentuk mirip anjing dan dinosaurus.
Sebagian besar tanaman bonsai yang dirawatnya memiliki ketinggian 10 sentimeter. Hanya sebagian kecil yang memiliki ketinggian 40 sentimeter. Begitupun dengan kamboja yang dikerdilkan. “Walaupun kamboja dikerdilkan, tapi tidak bisa dikatakan sebagai tanaman bonsai,” kata dia.
Untuk penggemar jenis kamboja, orang sering menamakan dirinya penggemar adenium. Komunitas ini, tidak bisa dikatakan sebagai penggemar bonsai. Ciri khas bonsai, kata dia, adalah tanaman yang berbatang keras. Sedangkan tanaman kamboja memiliki batang lunak.
Hobi ini sebenarnya dilakoni turun temurun. Dulu, ayahnya sangat menyukai berbagai tanaman. Dan sejak kecil, masalah tanaman tidak pernah luput dalam kehidupannya. Di tahun 1980 itu barulah ia benar-benar mempelajari cara menjadi seniman bonsai.
Untuk merawat ratusan tanaman miliknya ini, ia tidak sendiri. Ia dibantu adiknya. Misalnya menyiram dan memerhatikan adanya cabang atau batang baru untuk dipotong (cutting).
“Harus terus diawasi. Ketika ada cabang pohon baru, langsung dipotong. Jika lengah diperhatikan, maka hasilnya sudah pasti bisa berubah dan tidak sesuai dengan keinginan kita.”

0 komentar:
Posting Komentar